8 Ajaran Jawa Leluhur Tumenggung Majapahit

Delapan Ajaran Jawa adalah ajaran
kejawen leluhur yang dilestarikan oleh
Tumenggung Majapahit KRT. WIRAGATI
pada abad 14 Delapan ajaran Jawa yang dimaksud
adalah :

1. Ora Mateni Sakabehe, artinya tidak
membunuh apa saja, semua mahluk hidup
harus dicintai dengan sungguh-sungguh
baik tumbuhan maupun hewan apalagi
manusia, pada sebagian besar hewan
mengenal rasa sakit, kecuali hewan di air, jiwa dikehidupan yang mengenal rasa
adalah percikan Tuhan yang akan berbalik
menjadi energi negatif bagi diri mahluk
hidup yang menyakiti, apabila disakiti,
membunuh dalam konteks menyakiti tidak
diperkenankan karena merupakan perbuatan kejam. Apapun alasannya setiap
pembunuhan adalah menyakiti dan untuk
mencapai kesucian jiwa maka membunuh
apapun akan dapat menodai kesucian
tersebut.membunuh hanya dapat
dilakukan oleh jiwa-jiwa rendah seperti hewan dan pembunuh akan sangat sulit
mencapai alam tengah.
2. Ora Ngrusak Sakabehe, artinya tidak
merusak apa saja.,merusak alam merusak
diri sendiri dan merusak makhluk hidup lain
tidak diperbolehkan. Kemajuan teknologi akan tidak ada artinya
apabila dampaknya adalah kerusakan
ekosistem dan alam.
Tidak menjaga kesehatan, merokok,
minum minuman keras, narkoba adalah
merusak tubuh dan banyak perbuatan
yang dampaknya adalah kerusakan hal ini
sangat dilarang dalam ajaran Jawa.
3. Ora Mangan Kewan, tidak makan
hewan . konsep Jawa mengajarkan bahwa
hampir semua hewan di darat mempunyai
rasa sakit dan mempunyai jiwa kecuali
beberapa hewan di air. kita tidak pernah
menemui hewan di darat yang menjumpai api tetap di terjang pasti dia akan
menghindar artinya dia punya rasa
sakit ,lain halnya dengan beberapa hewan
air …bahwa hewan air hanya setingkat
lebih tinggi dari tumbuhan dan tumbuhan
tidak mempunyai rasa sakit. Bagaimana perasaan Anda memakan
daging makhluk hidup yang kematiannya
menderita ? Apabila hal ini diterapkan dengan ilmu
kesehatan, ternyata memang hampir
semua penyebab penyakit berasal dari
makanan dari daging hewan didarat, jadi
sekalipun orang Eropa mengenal
vegetarian, kita sudah lebih dahulu melaksanakannya.
4. Ora Ngapusi, tidak menipu Menipu adalah berbohong untuk
menguntungkan diri sendiri atau untuk
sebuah tujuan menguntungkan demi
keinginan dan nafsu, apabila tidak pernah
melakukan perbuatan menipu sudah pasti
ketenangan hidup dan kebahagiaan akan selalu menyertainya
5. Budhi lan Karya, berperilaku baik berpikir
dan bekerja keras, walaupun sikap
menerima selalu tertanam dihati namun
bekerja keras dan berfikir untuk maju
senantiasa dilakukan terus menerus.
6. Maca lan Maguru sepadha-padha,
membaca dan mencari ilmu pegetahuan
seluas-luasnya. Alam semesta adalah guru
utama, semua makhluk hidup adalah guru,
manusia di luar diri kita adalah guru,
dengan menjadikan semua yang diluar diri kita adalah guru maka kita dapat menyerap
semua hal dari sisi ilmu dan tidak sekali-kali
meremehkan orang lain, siapapun dia.
7. Tenggang rasa, tepo sliro Simpati dan bijaksana menghadapi makhluk
diluar kita yang sedang menderita,
sehingga kita bisa ikut merasakan dan
membantu sebisanya, siapapun yang suka
memberi, pasti dia mudah untuk menjadi
kaya, karena memberi membuka pikiran aura tubuh untuk menjadi orang baik,
mengerem kerakusan dan menetralkan
badan dari energi negative sehingga
peluang materi tertarik badan dari luar
dapat mudah datang dengan sendirinya,
sehingga tidak heran apabila anda sering memberi banyak muncul kebetulan yang
mengarah pada rejeki. Namun pada orang yang kikir , pelit dan
hanya membelanjakan uang untuk
kepentingan sendiri atau untuk pemuasan
keyakinan sendiri tanpa rasa tulus
mencintai orang lain maka dampaknya
adalah kesusahan untuk mendapatkan peluang dan rejeki, untuk lebih mudahnya
mulai sekarang dan 6 bulan ke depan
silahkan dipraktekkan dan dirasakan
perbedaannya.
8. Ngadohi Wong ala, kejem lan mbilaheni Menjauhi orang yang jahat, kekejaman dan
marabahaya, prinsip tidak ikut intervensi
kepada orang lain dengan cara menjauhi
dan menghindarinya jauh lebih baik
daripada menasehati yang belum tentu
diterima.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertanian dimasa majapahit.

MATI SA’JERONING URIP MUDIK KE - DIRI PRIBADI ( BALI MENYANG BAYE’E DEWE)